TINGKAH LAKU SAKIT

TINGKAH LAKU SAKIT
Di
S
U
S
U
N
OLEH :

PUTRA ROMIYA
1216010081

 


FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH
BANDA ACEH

2013


KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunianya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini biarpun masih ada beberapa kekurangan.

Makalah yang berjudul “Tingkah Laku Sakit” ini adalah sabagai tugas individu untuk memenuhi mata kuliah antropologi kesehatan dan semoga dengan kehadiran makalah ini dapat memberikan wawasan yang baru bagi teman-teman maupun dosen yang membacanya dan berguna bagi semua pihak.

Tidak ada pemberian  yang berharga yang dapat  saya berikan kecuali  ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya dan harapan doa semoga semua teguran perbaikan akan mendapat imbalan pahala dari Allah SWT.



Banda Aceh, 28 September 2013

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...................................................................................................
DAFTAR ISI ..................................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN
    A.    Latar Belakang ............................................................................................................  
    B.     Tujuan .........................................................................................................................

BAB II TINGKAH LAKU SAKIT
    A.    PengertianTingkah Laku Sakit .................................................................................... 
    B.     Tahap Tahap Sakit ....................................................................................................... 
    C.     Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Sakit ..................................................... 

BAB III PENUTUP
    A.    Kesimpulan .................................................................................................................. 
    B.     Saran ............................................................................................................................ 

DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................



BAB I
PENDAHULUAN

    A.    Latar Belakang
Tingkah laku merupakan suatu hal yang selalu mengikuti kemanapun dalam setiap kejadian kehidupan, bahkan tingkah laku biasanya terjadi karena merupakan suatu respons terhadap keadaan tertentu. Demikian pula kejadian sakit dan penyakit telah memicu respons tingkah laku yang berbeda pada diri seseorang.

Pengertian sakit menurut etiologi naturalistik dapat dijelaskan dari segi impersonal dan sistematik, yaitu bahwa sakit merupakan satu keadaan atau satu hal yang disebabkan oleh gangguan terhadap sistem tubuh manusia.Adapun faktor yang mempengaruhi perilaku sakit, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

    B.     Tujuan
1.      Mengetahui tingkah laku sakit
2.      Dapat mengetahui pengertian sakit
3.      Memahami tahap-tahap perilaku sakit
4.      Mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi perilaku sakit




BAB II
TINGKAH LAKU SAKIT

    A.    Pengertian Tingkah Laku Sakit
Tingkah laku merupakan suatu hal yang selalu mengikuti kemanapun dalam setiap kejadian kehidupan, bahkan tingkah laku biasanya terjadi karena merupakan suatu respons terhadap keadaan tertentu. Demikian pula kejadian sakit dan penyakit telah memicu respons tingkah laku yang berbeda pada diri seseorang.

Sakit merupakan suatu keadaan yang tidak menyenangkan yang menimpa seseorang sehingga menimbulkan gangguan aktifitas sehari – hari baik aktifitas jasmani, rohani dan sosial.

Tingkah laku sakit adalah perilaku orang sakit yang meliputi: cara seseorang memantau tubuhnya; mendefinisikan dan menginterpretasikan gejala yang di alami; melakukan upaya penyembuhan; dan penggunaan sistem pelayanan kesehatan.

Mecahanic dan Volkhart(1961) mendefinisikan tingkah laku sakit sebagai suatu cara-cara dimana gejala-gejala ditanggapi, dievaluasi dan diperankan oleh seorang individu yang mengalami sakit, kurang nyaman, atau tanda-tanda lain dari fungsi tubuh yang kurang baik.

    B.     Tahap Tahap Sakit
a.      Tahap I (Mengalami Gejala)
·         Pada tahap ini pasien menyadari bahwa ”ada sesuatu yang salah ”
·         Mereka mengenali sensasi atau keterbatasan fungsi fisik tetapi belum menduga adanya diagnosa tertentu.
·         Persepsi individu terhadap suatu gejala meliputi:
a)      Kesadaran terhadap perubahan fisik (nyeri, benjolan, dll);
b)      Evaluasi terhadap perubahan yang terjadi dan memutuskan apakah hal tersebut merupakan suatu gejala penyakit;
c)      Respon emosional.
·         Jika gejala itu dianggap merupakan suatu gejal penyakit dan dapat mengancam kehidupannya maka ia akan segera mencari pertolongan.

b.      Tahap II (Asumsi Tentang Peran Sakit)
·         Terjadi jika gejala menetap atau semakin berat
·         Orang yang sakit akan melakukan konfirmasi kepada keluarga, orang terdekat atau kelompok sosialnya bahwa ia benar-benar sakit sehingga harus diistirahatkan dari kewajiban normalnya dan dari harapan terhadap perannya.
·         Menimbulkan perubahan emosional spt : menarik diri/depresi, dan juga perubahan fisik. Perubahan emosional yang terjadi bisa kompleks atau sederhana tergantung  beratnya penyakit, tingkat ketidakmampuan, dan perkiraan lama sakit.
·         Seseorang awalnya menyangkal pentingnya intervensi dari pelayanan kesehatan, sehingga ia menunda kontak dengan sistem pelayanan kesehatan à akan tetapi jika gejala itu menetap dan semakin memberat maka ia akan segera melakukan kontak dengan sistem pelayanan kesehatan dan berubah menjadi seorang klien.

c.       Tahap III (Kontak dengan Pelayanan Kesehatan)
·         Pada tahap ini klien mencari kepastian penyakit dan pengobatan dari seorang ahli, mencari penjelasan mengenai gejala yang dirasakan, penyebab  penyakit, dan implikasi penyakit terhadap kesehatan dimasa yang akan datang.
·         Profesi kesehatan mungkin akan menentukan bahwa mereka tidak menderita suatu penyakit atau justru menyatakan jika mereka menderita penyakit yang bisa mengancam kehidupannya. à klien bisa menerima atau menyangkal diagnosa tersebut.
·         Bila klien menerima diagnosa mereka akan mematuhi rencan pengobatan yang telah ditentukan, akan tetapi jika menyangkal mereka mungkin akan mencari sistem pelayanan kesehatan lain, atau berkonsultasi dengan beberapa pemberi pelayanan kesehatan lain sampai mereka menemukan orang yang membuat diagnosa sesuai dengan keinginannya atau sampai mereka menerima diagnosa awal yang telah ditetapkan.
·         Klien yang merasa sakit, tapi dinyatakan sehat oleh profesi kesehatan, mungkin ia akan mengunjungi profesi kesehatan lain sampai ia memperoleh diagnosa yang diinginkan
·         Klien yang sejak awal didiagnosa penyakit tertentu, terutama yang mengancam kelangsungan hidup, ia akan mencari profesi kesehatan lain  untuk meyakinkan bahwa kesehatan atau kehidupan mereka tidak terancam. Misalnya: klien yang didiagnosa mengidap kanker, maka ia akan mengunjungi beberapa dokter  sebagai usaha klien menghindari diagnosa yang sebenarnya.

d.      Tahap IV (Peran Klien Dependen)
·         Pada tahap ini klien menerima keadaan sakitnya, sehingga klien bergantung pada pada pemberi pelayanan kesehatan untuk menghilangkan gejala yang ada.
·         Klien menerima perawatan, simpati, atau perlindungan dari berbagai tuntutan dan stress hidupnya.
·         Secara sosial klien diperbolehkan untuk bebas dari kewajiban dan tugas normalnya à semakin parah sakitnya, semakin bebas.
·         Pada tahap ini klien juga harus menyesuaikanny dengan perubahan jadwal sehari-hari. Perubahan ini jelas akan mempengaruhi peran klien di tempat ia bekerja, rumah maupun masyarakat.

e.        Tahap V (Pemulihan dan Rehabilitasi)
·         Merupakan tahap akhir dari perilaku sakit, dan dapat terjadi secara tiba-tiba, misalnya penurunan demam.
·         Penyembuhan yang tidak cepat, menyebabkan seorang klien butuh perawatan lebih lama sebelum kembali ke fungsi optimal, misalnya pada penyakit kronis.

  
   C.    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Sakit
a.      Faktor Internal
·         Persepsi individu terhadap gejala dan sifat sakit yang dialami
Klien akan segera mencari pertolongan jika gejala tersebut dapat mengganggu rutinitas kegiatan sehari-hari.

Misal: Tukang Kayu yang menderita sakit punggung, jika ia merasa hal tersebut bisa membahayakan dan mengancam kehidupannya maka ia akan segera mencari bantuan. Akan tetapi persepsi seperti itu dapat pula mempunyai akibat yang sebaliknya. Bisa saja orang yang takut mengalami sakit yang serius, akan bereaksi dengan cara menyangkalnya dan tidak mau mencari bantuan.

·         Asal atau Jenis penyakit
Pada penyakit akut dimana gejala relatif singkat dan berat serta mungkin mengganggu fungsi pada seluruh dimensi yang ada, Maka klien biasanya akan segera mencari pertolongan dan mematuhi program terapi yang diberikan.
Sedangkan pada penyakit kronik biasanya berlangsung lama (>6 bulan) sehingga jelas dapat mengganggu fungsi diseluruh dimensi yang ada. Jika penyakit kronik itu tidak dapat disembuhkan dan terapi yang diberikan hanya menghilangkan sebagian gejala yang ada, maka klien mungkin tidak akan termotivasi untuk memenuhi rencana terapi yang ada.

b.      Faktor Eksternal
·         Gejala yang Dapat Dilihat
Gajala yang terlihat dari suatu penyakit dapat mempengaruhi Citra Tubuh dan Perilaku Sakit.

Misalnya: orang yang mengalami bibir kering dan pecah-pecah mungkin akan lebih cepat mencari pertolongan dari pada orang dengan serak tenggorokan, karena mungkin komentar orang lain terhadap gejala bibir pecah-pecah yang dialaminya.

·         Kelompok Sosial
Kelompok sosial klien akan membantu mengenali ancaman penyakit, atau justru meyangkal potensi terjadinya suatu penyakit.

Misalnya: Ada 2 orang wanita, sebut saja Ny. A dan Ny.B berusia 35 tahun yang berasal dari dua kelompok sosial yang berbeda telah menemukan adanya benjolan pada payudaranya saat melakukan SADARI.Kemudian mereka mendiskusikannya dengan temannya masing-masing. Teman Ny. A mungkin akan mendorong mencari pengobatan untuk menentukan apakah perlu dibiopsi atau tidak; sedangkan teman Ny. B mungkin akan mengatakan itu hanyalah benjolan biasa dan tidak perlu diperiksakan ke dokter.

·         Latar Belakang Budaya
Latar belakang budaya dan etik mengajarkan seseorang bagaimana menjadi sehat, mengenal penyakit, dan menjadi sakit.Dengan demikian perawat perlu memahami latar belakang budaya yang dimiliki klien.

·         Ekonomi
Semakin tinggi tingkat ekonomi seseorang biasanya ia akan lebih cepat tanggap terhadap gejala penyakit yang ia rasakan. Sehingga ia akan segera mencari pertolongan ketika merasa ada gangguan pada kesehatannya.

·         Kemudahan Akses Terhadap Sistem Pelayanan
Dekatnya jarak klien dengan RS, klinik atau tempat pelayanan medis lain sering mempengaruhi kecepatan mereka dalam memasuki sistem pelayanan kesehatan.

Demikian pula beberapa klien enggan mencari pelayanan yang kompleks dan besar dan mereka lebih suka untuk mengunjungi Puskesmas yang tidak membutuhkan prosedur yang rumit.

·         Dukungan sosial
Dukungan sosial disini meliputi beberapa institusi atau perkumpulan yang bersifat peningkatan kesehatan.Di institusi tersebut dapat dilakukan berbagai kegiatan, seperti seminar kesehatan, pendidikan dan pelatihan kesehatan, latihan (aerobik, senam POCO-POCO dll.

Juga menyediakan fasilitas olahraga seperti, kolam renang, lapangan bola basket, lapangan sepak bola, dll.



BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
1.      Tingkah laku sakit merupakan perilaku orang sakit yang meliputi: cara seseorang memantau tubuhnya; mendefinisikan dan menginterpretasikan gejala yang dialami; melakukan upaya penyembuhan; dan penggunaan sistem pelayanan kesehatan.
2.      Sakit adalah suatu keadaan yang tidak menyenangkan yang menimpa seseorang sehingga menimbulkan gangguan aktifitas sehari – hari baik aktifitas jasmani, rohani dan sosial.
3.      Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku sakit meliputi :
a.       Faktor internal
·         Persepsi individu terhadap gejala dan sifat sakit yang dialami.
·         Asal atau Jenis penyakit
b.      Faktor eksternal
·         Gejala yang dapat di lihat
·         Kelompok sosial
·         Latar Belakang Budaya
·         Kemudahan Akses Terhadap Sistem Pelayana
·         Dukungan sosial
·         Ekonomi dll.

B.     Saran
Saya para penulis dapat berharap kepada para pembaca, setelah membaca makalah ini.para pembaca apalagi para mahasiswa dapat mengaplikasikannya nanti. dapat mengetahui bagaimana yang di maksud dengan tingkah laku sakit.




DAFTAR PUSTAKA

Poster ,G.M. Anderson,B.G (1990). Antropologi kesehatan.Jakarta : universitas    Indonesia
Marzali, Amri. 2005. Antropologi dan Pembangunan Indonesia. Jakarta, Prenada Media
Koentjaraningrat. 2004. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: PT Penerbit Djambatan
Ahmadi, Abu. 1986. Antropologi Budaya : Mengenal Kebudayaan dan Suku Suku Bangsa di Indonesia. Surabaya : Pelangi

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »